Tanpa banyak bicara aku merasa kehilangan, kehilangan sahabat, teman dan kau kau serta kau.
ini kesalahan siapa ? aku yang terlalu egois atau terlalu baik.
ini bukan fiktif, ini realita !
bagaimana mungkin aku memendam semua derita ini sendiri tanpa berbagi.
air mataku tak perlu kuminta untuk keluar, ia akan keluar lalu menguntai dengan sendirinya. berlarian dan mengadu pada Allah Sang Maha Mengetahui keluh dan kesah hamba-Nya.
Duhai Rabb, aku ingin selalu bercinta dengan-Mu, dengan Kau..
aku lelah terus menanggung derita tak berkesudahan..
-Selamat bertemu suara-suara tulisan keabadian; mari berjabat erat dan bertukar diksi- Aryanis S
Translate
Selasa, 30 April 2013
Rabu, 23 Januari 2013
Wahai Senja...
Wahai senja..
Mengapa aku begitu rapuh, kala dia menggamit tangannya, mengapa aku begitu terluka kala aku menatapnya saat dia menatap kekasihnya. kau tahu, aku menggelepar di aspal panas. air mataku mengeras..
Langganan:
Komentar (Atom)