SELARAS SEGALA SUASANA
Menggenangimu
dengan air mata adalah
Pertanda,
bahwa, kamu,
Candu
Menggenangimu
dengan cinta adalah
Pertanda,
bahwa, kamu,
Waktu
Menggenangimu
dengan kecup adalah
Pertanda,
bahwa, kamu,
Asu
MEMBENCI MALAM
Ini
waktu berpejam mata bukan
Berpejam
darah
Ada
wajahmu di bantal tapi terberai:
Hidungmu
di serpai
Matamu
di selimut
Mulutmu
di wajahku
Sampai
pagi bergolak bermunculan
Kutu-kutu
kenangan
AIR MATAKU DIAM
Jika
ada gerimis di lereng Salak itu, adakah rembulan di matamu
Nanti
kubawa piringan hitam
Lekat
aromamu diam tak mau beranjak. Tolong dirikan
Perkemahan
di keningmu, biar kukecup
Dengan
sari rindu, menekannya
Aku
masih ingin dipelukmu
Menyiapkan
ceplok telor dan air hangat
Memandikan
mukamu dengan air mata.
-Aku sedang menjaga toko sambil mendengar lagu Ungu 'Luka di Sini', nangis dikit tapi bukan cengeng, Minggu malam Senin, 7 Februari 2015, lupa pukul berapa-
-Aku sedang menjaga toko sambil mendengar lagu Ungu 'Luka di Sini', nangis dikit tapi bukan cengeng, Minggu malam Senin, 7 Februari 2015, lupa pukul berapa-