Rakyat-rakyat bertaburan
Entah itu mereka berada di istana mewah, sederhana,
Gubuk atau lorong jembatan usang beralas kardus basah.
Membisikkan serangkai kata pilu tentang roda hidup.
Rakyat mewah berkata dengan senyum gagah
Sedang rakyat jelata berkata dengan air matanya...
Air mata-air mata luka,
Kalimat sendu-kalimat sendu mereka merana.
Tentang gubuk pesakitan
Ilmu yang karam
Tinggal buih kebodohan…
Tak upaya mereka mengadu pada pemerintah
Sedang pemerintah berkeliling atas meja bundar atau segi empat
Merumuskan teka-teki mempertahankan bangsa
Bangsa yang hampir ambruk terlindas miskin karena korupsi pihak bejad.
Hingga terus terdengar….
Kalimat sendu dari rakyat diantara keperihannya
Mencari sesuap nasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar