Bukankah harapan akan
muncul ketika kedekatan itu begitu menggetarkan
Tak ada harga yang
sesuai untuk membayar sebuah kenyamanan
Bahwasannya aku di
sini; berpijak menekuri perjalanan yang bergelinjur ini
Bersamamu, aku menekan
lelah menjadi ketidaklelahan untuk terus
mencintai
Sedang di matamu, tak
ada ‘titik’kesungguhan
Akhirnya, meragu adalah
‘hantu’ hari
Kepadamu, kujadikan
engkau tempat bercerita setia bukan bermanja
Sebab, ini bukan
waktunya
Ada hal yang ingin
kutanyakan padamu; adakah nama lain dihatimu selainku?
Jika tak ada rindu, biar.
Cinta selalu ada kepastian. Jika tidak, itu bukan cinta, sayangku.
Adakah yang kau miliki sajak?
Aku punya, tapi hancur
Maafkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar