Translate

Senin, 18 Agustus 2014

Tulisan pada Rumput - Sajak Aryanis VI



Kepada masa lalu yang dalamnya hingga mengusik pintu-pintu senja

Semacam tulisan kering,
Pada rumput terbabat
Bercecer, memercik aspal

Barangkali kau masih terjebak
Pada suara-suara senja, mengalun menyanyi denting
Lalu yang lalu, milik kau-ku , milikmu-ku, memukau

Aku, adalah ketiadaan pada lalumu
Boleh jadi kau tak ingat, ada gelembung sesaat
Berpacu riak seperti nyanyian rumput
Dingin menikam tulang, saat kau pulang
Jejak-jejak di pematang

Menciumi rumput bertuliskan; biar lebur
Kau mungkin kembali berdebar
Tapi, senja kali ini kau tak boleh merana
Sebab ada puisi-puisi kehidupan

Tancap-tancap duri di matamu

Luka-lukamu meluka-luka deret
Air mata air pada mata
Selenggang kau bersitatap
Bersitahan berlarian dengan pedih peri

Rindu gadismu,
Rindu arjunaku.

Rindu kita mengalirkan delir dan getir

Tak berbahasa, aku tahu; kau berandai
Sejenak melepasku; bercerita tentang pagi ke pagi
Menuliskan tentang gadismu  pada langit –langit sepi
Menuliskan tentang arjunaku pada layung

Menangis tanpa air mata, menebak langit abu-abu

Itu masa lalumu
Ini masa laluku
Biar luka menganga
Biar semua menyetubuhi hari
Kita di sini untuk saling menatap
Depan
Kemilau
Sembuh dan menyembuhkan

Aku tak lagi mengeja, aku sudah bisa membaca
Bersamamu; tulisan pada rumput

Ciputat, 19 Agustus 2014




           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar