Translate

Jumat, 16 Januari 2015

Puisi di Bulan Januari




Laut mengabarkan derunya, tapi engkau anggap itu sebatas desiran.

Tabah hujan membasahi puisi
Meniduri jalanan sepi
Tak ada diksi

Juli dua ribu empat belas
Kau memelas
Meminta balas
Aku bersikeras
Melengos

Dua puluh tiga
Di tahun yang sama
Bulannya berbeda
Kau serupa rupa
Mengecup berucap tentang usia

Di penghujung Desember
Puisiku mulai berdebar
Wajah berlibur
Dari kasih yang mulai liar
Harus kusalahkan Desember?

Puisi masih muda tapi diksinya menua, tertawa saja biar laut semakin kencang derunya.

Dua ribu lima belas di bulan pertama
Seumpama kumbang bukan aroma (lagi)
Retak tulang terlihat bersahaja
Apa masih ada cinta?

Biar laut kembali tidur dan tak mengusikmu lagi.

Kerajaan Aryanis, 17 Januari 2015


Tidak ada komentar:

Posting Komentar