Translate

Sabtu, 07 Februari 2015

Binar Mata ‘Puisi’






Berbinar-binar

Aku ditiduri rindu
Padamu, yang terlelap
Memeluk sukmaku, dalam semogamu

Pahitmu ada manis di asinnya
Ada asa, rasa mengaku di hati
Yang tertinggal
Jadi anugerah

Tinggallah lama di akhirku
Jadi dermaga
Tak melulu menunggangi kapal-kapal
Karam. Terbenam.
Aku tak mau

Kecuali, menetap di dalam mataku

Lalu malam semakin temaram
Tapi tidak kelam
Sebab, rindu dan air mata mencinta
Makin menyinar binar matamu
Jika ia, bermata biru itu mengisi
Tulisan-tulisan
Lantas dirimu;
Adalah puisi. Sebenar-benarnya puisi

Menungguimu, mencumbumu, dan
Menangisimu
Apalagi, selain kebinaran matamu
Menembus batas
Menyatu; di rindu yang makin menjadi.

Sebelumnya aku tidak pernah mengalami hal serumit ini:
Mecintai begitu dalam,tebal dan kental. Lama.



Rangkasbitung, 07 Februari 2015.
Slawi-Tegal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar