Translate

Selasa, 07 Juli 2015

'Bisul'nya Sudah Matang


Jangan salahkan waktu, bila terus berpacu 
Jangan salahkan jarak, bila terus berjarak 
Jangan salahkan siapa-siapa

Ssssstttt
Ini bukan bicara tentang cinta 'nyek-nyek', tapi ini bicara tentang 'bisul' yang sudah merah masak

Tinggal ditusuk jarum, maka pecah bahagia campur merana

Seharusnya kisah sunyi tak melulu melahirkan sepi dan kesepian, pantasnya menelurkan sikap ketidaknyerian

Seharusnya kau tak usah menyalahkan sunyi, sepi, kesepian
Sebab itu lahir dari dirimu sendiri, dari batokmu, dari cukmu sendiri, Cuk

Misalnya takdir ndak menerima inginmu, apakah engkau akan menghardik Tuhan? Menyalahkan nasibmu.
Lebih baik tertawa, walau acap kali di sudut matamu ada sedikit derai
Percaya saja, tertawa bisa menutupi kebodohanmu: menangis

Menangis itu tidak bodoh
Kau yang bodoh
Tapi manusia tidak ada yang bodoh

Jadi kau manusia jenis apa?

Begini, Cuk
Engkau harus tegas untuk bahagia, untuk meloncat, untuk berlari, untuk menari. Itu mudah.
Sedang untuk menjadi bego itu sulit, butuh perjuangan: misalnya menambah bisul lagi

Begini, Cuk
Engkau harus sebego-begonya bila ingin mengoleksi bisul
Entah itu kau pajang di tangan, kaki, pantat, rambut (bercampur kutu), di muka
Dengan syarat, jadilah orang sebego-begonya

Selamat menikmati suguhan bisul, moga nyeri yang kau rasa tak bersamaan
Dengan koreng di mulutmu

Berlatih menjadi orang yang merapat omong
Siap-siap pula menahan kentut
Nanti kau dioperasi, dibelek, dibedah
Rupiah macam apa yang mau membayari orang yang tak mau kentut?

Atau menjadi orang pusat yang terpinggirkan
Atau menjadi orang pinggiran yang makin terpinggirkan

Senyummu itu loh, Cuk
Menandakan engkau akan melamarku, menikahiku lalu mengawiniku
Lalu kita beranak-pinak melahirkan generasi-generasi yang berbisul juga maksudmu?
Oh tidak! Aku hendak menikahi dengan pilihan-pilihan yang merenda sederhana, mencinta dengan hati, mencumbu yang tak semata-mata dengan birahi

Bodohnya, Cuk
Aku masih mencintaimu ke'cucuk'anmu
Dengan segala tenaga ikhlas ridha
Padahal berulangkali bisul kau terapkan di sekujurku
Terus bercucu membangun struktur keluarga bisul

Orang gila yang saling bercinta 
Masih bego juga rupanya,
Berarti mereka tidak gila!
Pura-pura gila

Lantas apa bedanya engkau dengan bisul
Kami satu kesatuan

Kalau begitu, bagaimana cara bisul mengobati bisulnya
Tapi ingat! Jangan sampai membekas di kulitmu

Itu bodoh, Cuk
Sampai kapanpun akan tetap membekas meninggalkan bekas bisul

Bisul itu apa?



Rangkas Bitung, 07 Juli 2015
Ditulis sambil mengingat-ingat rasanya saat memiliki bisul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar