Translate

Selasa, 21 Januari 2014

Puisi yang tak kunjung berkarat !



Dongeng Kehidupan
Oleh : Ajeng Restiyani

Aku buatkan perahu kertas
Agar kanda berlayar ke laut lepas
Menyibak dunia dengan kanvas
Lalu kembali dengan senyum tuntas
Tanpa harus mengeluh lemas
Karena kanda punya tekad realitas
Untuk menata mimpi jadi berkibar bebas
Teruslah berlayar dengan perahu kertas
Jadikan lukisanmu sebagai peta dalam kanvas
Berlayarlah terus, jauh dari daratan luas
Agar bisa kubuatkan dongeng kehidupan seorang pelukis
Dan ‘kan kuceritakan pada dunia tentang mimpi seorang pemimpi
Serta dongeng dari seorang penggapai mimpi.
@030912


Jejak Mimpi
Oleh : Ajeng Restiyani

Layung senja terus merona
Menuai gores mimpi senjakala
Suaraku beriringan dengan arakan awan
Melukiskan beribu mimpi masa depan
Bahkan burung ikut bernyanyi
Membuat asa makin meninggi
Jejak hidup akan dimulai
Dengan perahu kertas, aku ‘kan berlayar bebas
Jauh menjauhi daratan menuju laut lepas
Dan kembali dengan senyum tuntas
Gores-gores mimpi yang jadi saksi
Pertarungan jiwa dan dinamika
Biar aku tertimpa reruntuhan cahaya
Asal mimpiku jadi nyata
Bukan sekedar mimpi sang pemimpi.
@161212


Ranah Berdawai
Oleh : Ajeng Restiyani
Barisan obor kami bergerak dari napas ketertinggalan
Darah kami bergaram, menyeduh asin kerikil kehidupan
Kami masih belia, tapi goresan mimpi tak terlawan
Asa kami berekspresi tanpa ragu, sebab kami bukan tawanan
Berselempang bara kami meracik rentetan budaya
‘Kan jadi identitas nilai lokal bernilai citra
Ranah kami tiada tara berkarya
Terus memamah seni berdinamika
Kami bukan plagiat, tapi kami mencipta
Dari pencak silat sampai debus
‘Kan jadi bekal untuk hidup lepas
Dari dog-dog lojor sampai angklung
Berekspresi sampai tuntas
Tari-tarian sampai adat istiadat, Tiada terkikis..
Katanya, kami sang jawara
Main golok, kasar dan seram
Tidaklah jua seperti itu, kami tetap berdawai
Santun dan bermoral, karena jua itulah
Nilai-nilai lokal Ranah kami ‘kan mendunia.
@Banten,020413



Ketika engkau rindu

Oleh : Ajeng Restiyani

Aku adalah keabadian kenanganmu,
dan engkau takkan bisa menawarnya jadi kesemuan
engkau adalah kesegalaan panoramaku walau sembilu aku adalah lukamu
adalah luka-lukaku.
Ketika engkau beranjak dari ketertatihan jangan sangka aku penyembuhnya
Mungkin semua adalah ulah rindu yang menyayat akal dan naaluri
Ketika engkau rindu..
Jangan sulam aku jadi pertandamu
Jangan biarkan aku dan engkau memelihara harapan
Biarlah, potret-potret hari ‘kan membawa nama kita
Entah pada keabadian atau kesemuan
Ketika engkau rindu..
Aku bukan penawarnya,
Aku bukan pemberi harap-harap sendu
Aku bukan pertandamu
Tapi..
Aku adalah engkau yang merindu.
Ketika engkau rindu..
Kembalilah pada sujud dan tengadah pada-Nya
Melepas nafsu yang memerih setiap jengkal
Kembalilah kepada-Nya untuk rencana-Nya yang paling indah. 




Allah
Oleh : Ajeng Restiyani
 
Allah..
Terimakasih atas nikmat-nikmat ini
Nikmat yang aku lalaikan
Nikmat yang lupa akan syukur dan sujud
Allah..
Aku ini hanya  kelemahan dari sekian kelemahan
Penuh luka dosa-dosa tak terhitung
Allah..
Pantaskah aku menjadi hamba-Mu?
Sedang Engkau adalah Tuhan dengan segala keMahaan-Mu
Allah..
Jangan biarkan syukur dan sujudku luntur kembali
Allah..
Syukurku pada-Mu atas kesempatan hidup kedua ini :’)

 Keras !
Oleh : Ajeng Restiyani


Andaikan kau tahu merindukanmu adalah kenikmatan yang membungkam
Merindukanmu tanpa jeda, tanpa pandang, tanpa tatap dan tanpa usia
Di nisanku dan nisanmu adalah keselarasan kita tercipta
Dari
Lembah yang merana
Dari
Rusuk yang terbagi
Dari
Kehilangan jantungku
Kepada engkau, kekasih dalam kisah yang tak pernah muncul
Menyusullah pada lubang-lubang kepasrahan
Bahwa
Kapalku tenggelam pada kelelahan air matamu
Bahwa
Tanganku terkepal pada jasad-jasad yang terhakimi
Bahwa
Aku bercumbu denganmu
Tanpa suara
Tanpa desah
Tanpa usia. Kita adalah mati !!
Di batang-batang jarak
Yang diperkosa waktu
Terkutuk !
Ah iya, kisah kita sudah senja
Lantas mengantuk
Pulas
Dalam
Rembulan yang kejam, tak memancar
Biar aku berlari, membunuh matamu
Agar kita buta
Lalu mati
Ah !




Tidak ada komentar:

Posting Komentar